Adek merangkak di balik pohon beringin besar. Tumbukan kecil! Di antara akar-akar, ada pintu kayu kecil.
Adek menarik pintu itu. Kretek! Pintu terbuka, dévoilant lorong terang dengan cahaya kuning kecil-kecil.
Adek melangkah masuk. Jalur lumut, jamur-jamur bersuara. Kupu-kupu biru melintas, meninggalkan jejak perak.
Jalur itu membelok ke dalam. Adek mengikuti, mata tak berkedip. Cahaya perak di jarinya membuat geli.
Di lapangan, bunga-bunga bersenandung. Petal mekar saat Adek berbisik, 'Halo.'
Kupu-kupu mendarat di hidung Adek. Bicil! Adek bersin, 'Achoo!' Kupu-kupu itu terbang berputar.
Kupu-kupu berputar tiga kali, lalu menjatuhkan satu daun emas di kaki Adek. Daun itu bersinar.
Adek mengangkat daun itu. Semakin terang! Cahayanya menunjukkan peta rahasia taman.
Adek merangkak balik lewat pintu kecil. Di halaman, pohon-pohon tampak sama. Tapi sekarang Adek tahu rahasianya.
Adek tersenyum, mencabut sehelai rumput. 'Sampai jumpa besok,' bisiknya.