Sore itu, gadis kecil itu duduk di teras bersama ibunya. Ia menengadah ke langit biru. Sebuah awan putih melayang — rupanya berbentuk domba tersenyum.
"Bu," kata gadis kecil itu sambil menarik lengan ibunya, "Allah itu sayang kepada kita, ya?"
Ibunya tersenyum dan mengusap rambut gadis kecil itu. "Iya, Nak," jawabnya pelan.
Gadis kecil itu menoleh ke samping. Seekor kupu-kupu mendarat di pot bunga, sayapnya berkedip oranye dan hitam seperti lampu-lampu kecil.
Kupu-kupu itu terbang naik. Gadis kecil itu mengikuti sayapnya dengan mata, hingga menghilang di balik dinding taman.
Angin hangat membawa aroma melati. Ia bertanya-tanya, apakah Allah mengirim kupu-kupu itu khusus untuknya.
Gadis kecil itu berjalan ke tepi teras, menatap halaman hijau di bawahnya. Seekor burung betina mendarat di pagar, berkicau keras.
Burung itu mengangguk sekali, dua kali, lalu terbang pergi. Gadis kecil itu berbalik dan memeluk leher ibunya erat-erat.