Andin mendorong tirai pohon anggur hijau. Seekor orangutan menjatuhkan durian di kakinya. Duri-duri itu menusuk telapak tangannya. Bau harum durian mengisi udara.
Andin mendaki batu berlumut. Burung maleo mendarat di atasnya, paruh kuningnya berkilau. Ia meraih buku sketsa, tapi burung itu terbang. Sebuah bulu hijau bersinar jatuh ke tangannya.
Andin masuk ke sebuah clearing. Bunga Rafflesia raksasa mekar di tengah, kelopaknya berbintik seperti macan. Aromanya seperti buah yang terlalu matang. Seekor orangutan muncul, menunjuk ke arah ridge.
Andin mendaki ridge. Sebuah pohon tumbang menghalangi aliran sungai. Beruang matahari berdiri di tepi, tidak bisa mencapai air. Ia melemparkan talinya ke suluh.
Andin menarik suluh hingga pohon tumbang itu bergeser. Air mengalir kembali. seekor beruang kecil melompat ke air jernih, bulunya berkilau.
Andin duduk di akar pohon. Orangutan itu muncul lagi, mempersembahkan buah. Ia menerima, dan mereka makan dalam diam. Suara hutan naik pelan.
Andin membuka buku sketsanya. Ia menggambar hubungan antara semua makhluk di hutan ini. Bintang pertama muncul di langit.
Andin menutup buku sketsanya. Hutan menghela napas pelan. Ia tahu, suatu hari, ia akan kembali.