Bel sekolah berbunyi keras. Ruangan kosong, hanya angin lembut lewat di antara meja kayu.
Aca membungkuk dan mengintip laci meja guru. 'Mereka hilang!' bisiknya, lalu menutupnya keras. Suara itu bergema.
Aca berlari mencari lima temannya. 'Kita detektif sekarang! Ujian matematikanya hilang!' seru Aca sambil memperlihatkan kaca pembesar.
Tim kecil itu berbaris di lorong. Kaki mereka bergerak pelan, sangat pelan, mata mereka menelusuri setiap sudut.
Aca menemukan selembar kertas remuk di lantai. Di atasnya hanyacoretan wajah lucu. Semua teman mengernyit.
Suara desisan datang dari balik tirai ruang IPA. Aca menariknya dengan gerakan dramatis.
Di balik tirai, sang guru tersenyum lebar. Di tangannya, semua soal ujian yang hilang!
'Aku hanya ingin melihat apakah kalian cukup sabar,' kata sang guru sambil mencondongkan tubuh.
Aca menjatuhkan kacanya. Lalu Aca tertawa. Semua teman tertawa. Bahkan sang guru juga ikut tertawa.
'Kita terlalu berakting!' kata Aca di sela tawa. Mereka berjalan pulang bersama, langkah mereka riang.