Di kamar yang hangat, Kiki duduk di dekat jendela biru. Ia memeluk buku cerita tebal sambil mendengarkan dunia di luar.
Tik, tik, tik! Sesuatu mengetuk kaca. Seekor burung biru terjebak di ujung benang wol merah yang panjang dan licin.
Telinga Kiki melenting. Ia mengulurkan cakarnya pelan — lalu berhenti. Burung itu berkokok cemas. Kiki meletakkan bukunya dengan hati-hati.
Kiki berjingkat ke rak buku. Ia menarikgunting anak dengan gagang merah. Tapi saat merayap ke jendela, benang merah itu melingkar di cakarnya!
Kiki menarik pelan. Benang itu kendur. Ia menggunting — satu, dua — dan burung itu pun bebas! Burung kecil mendarat di hidung Kiki, mencium bulu halusnya.
Burung itu terbang melingkar di udara, berkicau riang. Kiki tersenyum kecil, menatap langit biru di balik jendela.
Kemudian — *thump, thump* — suara samar dari taman. Kiki mengintip ke luar. Di antara semak-semak, ada sesuatu yang bergerak.
Seekor landak kecil terjebak di dalam pot bunga! Kaki-kakinya kecil mengayun-ayun ke udara. Kiki mengambil sebuah daun lebar dan bergegas ke luar.
Kiki mendekat pelan. Daun itu ia usapkan di sisi pot, menggeser tanah di sekeliling landak. Landak itu merayap keluar, menggeliat lega.
Landak itu berjalan pelan pergi ke balik semak. Kiki berdiri di taman, hatinya senang. Hari ini, ia menyelamatkan dua sahabat kecil.