Di hutan hujan yang hijau, seekor monyet muda bergantung pada sebatang rotan. Ia melihat mangga raksasa mengkilap di dekat sungai.
Monyet itu melompat ke tepi sungai. Air sungai sangat deras dan terlalu luas untuk dilompati. Jejak kakinya basah di tanah berlumpur.
"Tolong!" seru si monyet. Seekor kapala besar dan seekor kakatua berwarna-warni datang menghampirinya.
Mereka menemukan sebatang kayu besar yang jatuh. "Ayo dorong bersama!" kata si monyet. Ketiganya mendorong kayu itu dengan segenap tenaga.
Satu, dua, TIGA! Kayu itu berguling dengan gemuruh. *Brummm!* Kayu itu mendarat di seberang sungai seperti jembatan.
Monyet, kapala, dan kakatua berjalan menyeberangi kayu itu. Mereka meraih mangga raksasa itu dengan riang.
Mereka duduk bersama di bawah pohon, memakan mangga yang manis dan berair. Senyum lebar terpancar di wajah mereka semua.
"Ini untukmu, kakatua," kata si monyet, memberikan gigitan terbesar. Mereka bertiga tertawa dan berayun pulang ke rumah bersama.