Di balik semak kembang sepatu, Nina menemukan selembar kertas kuning di tanah. Ia membukanya — peta harta karun dengan tanda X merah! "Nini! Lihat ini!"
Nina menarik tangan Nini dan berlari ke tepi hutan. "Ayo, cepat!" bisik Nina sambil menunduk rendah melewati cabang-cabang.
Mereka sampai di sungai kecil. Nina melompat ke batu pertama, lalu batu kedua bergoyang — PLANG! Nina terhuyung ke dalam air.
"Hiks… bukan ini hartanya!" Nini tertawa sampai terguling di rumput. Nina menggeleng, lalu berdiri lagi.
Di seberang sungai, akar-akar pohon membentuk terowongan gelap. Nina merangkak duluan, lalu menarik Nini masuk.
Debu menempel di hidung Nina. Nini menghapusnya dengan lengan, lalu menunjuk ke depan. "Sana!"
Mereka sampai di pohon besar bertanda X. Nina mulai menggali di pangkal akar, tapi — BUNG! sebuah kelapa jatuh menabrak kepalanya.
Nina mengucek kepalanya, lalu melihat celah di antara akar. Di sana, sebatu putih halus berkilau pelan.
Nini muncul dari balik semak, memegang segenggam biji kecil yang berpendar hijau keemasan. "Lihat! Ini hartanya!"
Mereka duduk di atas lumut, menempatkan batu dan biji di atas peta. Nina melingkarkan lengan di bahu Nini. Kunang-kunang mulai datang.